RSS

Kurikulum 2013: Contoh Pelaksanaan Pendekatan Scientific

06 Oct

Oret” tentang pendekatan scientific di Kurikulum 2013🙂

Slide2

 

Slide3 Slide4 Slide5 Slide6 Slide7

Contoh Rancangan Pembelajaran SMP/MTs

Mata Pelajaran Bahasa Inggris

Implementasi lima pembelajaran pokok di atas dalam mata pelajaran Bahasa Inggris disajikan seperti contoh pembelajaran teks deskriptif (terdapat di Buku Guru Bahasa Inggris Kelas VII Pada Bab VII dengan tema “What do They Look Like?” ).

Materi Pokok: Teks deskriptif  lisan dan tulis, tentang orang, binatang, dan benda.

Fungsi Sosial: Membanggakan, mengenalkan, mengidentifikasi, memuji, mengkritik, dan sebagainya.

Struktur Teks:

  • Penyebutan nama orang, binatang, benda dan  nama bagian-bagiannya yang dipilih untuk  dideskripsikan
  • Penyebutan sifat orang, binatang, benda dan bagiannya, dan
  • Penyebutan tindakan dari atau terkait dengan orang, binatang, bendayang semuanya sesuai dengan fungsi sosial yang hendak dicapai.

Panjang teks: kurang lebih 3 (tiga) kalimat.

Unsur Kebahasaan:

  • Penyebutan kata benda singular dengan a dan the, dan plural (-s).
  • Kata ganti it, they, she, we, dst; our, my, your, their, dst.
  • Kata sifat yang sangat lazim, young, old, clever, big, small, easy, difficult, dilligent, tired, tall, short, beautiful, dan semacamnya
  • Kata kerja untuk menyatakan keadaan dan tindakan rutin dalam simple present tense: be, have, go, play,get, take, dan sebagainya.
  • Ejaan dan tulisan tangan dan cetak yang jelas dan rapi
  • Ucapan, tekanan kata, intonasi, ketika mempresentasikan secara lisan.

Topik: Orang, binatang, benda di sekitar dan relevan dengan kehidupan siswa, dengan memberikan keteladanan tentang perilaku disiplin, jujur, peduli, pola hidup sehat, dan ramah lingkungan.

Pada bab VII ini, peserta didik akan belajar mengenai bagaimana membuat teks deskriptif yang sangat sederhana. Teks awal yang diperkenalkan ini hanya terdiri dari tiga kalimat sederhana, yaitu: nama orang/benda, karakter, dan kegiatan (action). Walaupun tidak ada struktur teks deskriptif tertulis secara eksplisit, namun diharapkan guru tetap mengulang tiga pertanyaan yang dapat menggiring peserta didik ke dalam struktur teks deskriptif, yaitu:

–          What is he/she/it?

–          What do you think of him/her/it?

–          What does he/she/it do?

Kegiatan Mengamati

Dalam kegiatan mengamati ini, peserta didik akan diminta untuk mengamati gambar yang ada di buku siswa halaman 157, yaitu gambar pekarangan dengan beberapa orang yang melakukan aktifitasnya. Jika memungkinkan, guru dapat memperlihatkan gambar, video, atau bahkan mengajak peserta didik untuk pergi ke pekarangan yang ada di sekitar lingkungan sekolah.

Tahapan pembelajaran yang dapat dilakukan adalah:

  • Guru dapat memulai pembelajaran dengan melemparkan beberapa pertanyaan seperti berikut:
    • “Look at this picture!”
    • “Have you ever seen the farm before?”
    • “Is there any farm in your neighbourhood?”
    • “What activities are the farmers doing on the farm?”
  • Guru mengajak peserta didik untuk mengamati gambar pekarangan yang ada di buku siswa dan menghubungkannya dengan hal-hal yang sudah dipelajari di bab sebelumnya, seperti angka, nama anak, dan lain sebagainya.
  • Guru merangsang peserta didikuntuk aktif berbicara mengemukakan pendapatnya berkaitan dengan gambar yang diamatinya.
  • Guru bisa memulainya dengan pertanyaan-pertanyaan, seperti berikut.
    • “What do you think about this picture?”
    • “Who are they?”
    • “What are they doing?”
    • “Can you tell me, how the girl looks like?”
    • “Is she pretty?”
    • “Do you think she is dilligent?”
    • “What is she doing?”
    • “What is the boy doing?”
    • “Can you find an animal there?”
    • “What goats doing on the farm?”
  • Guru dapat memberikan pertanyaan–pertanyaan lain sesuai dengan kondisi dan situasi di daerahnya masing-masing.
  • Guru harus berkomunikasi dengan semua peserta didik.

 

Kegiatan Menanya

Pada kegiatan menanya ini, peserta didik diharapkan dapat mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan gambar yang ada. Jika peserta didik mengalami kesulitan dalam mengungkapkan pertanyaan,maka guru dapat memberikan panduan pertanyaan awal untuk kemudian dilanjutkan oleh peserta didik yang lain.

Beberapa tahapan  kegiatan yang mungkinkan untuk dilakukan oleh guru adalah:

  • Guru harus bisa membuat peserta didik aktif terlibat dalam kegiatan mengamati ini, dengan membangun suasana belajar yang menyenangkan, ceria, penuh semangat.
  • Guru harus menampung semua pendapat-pendapat peserta didik, dan membimbingnya untuk memperbaiki/mengoreksi pengucapan kalimat/kata yang kurang tepat, tanpa membuat peserta didik malu/patah semangat.
  • Biasakan mengoreksi setelah peserta didik selesai mengungkapkan pendapatnya (apa yang dia ketahui) jangan memotongnya langsung ketika peserta didik sedang bicara.
  • Beberapa pertanyaan yang diharapkan dapat merangsang peserta didik untuk bertanya dan berdiskusi diantaranya adalah:
    • “Do you have pets?”
    • “Do you always feed them?”
    • “Do you see the trees?”
    • “What kind of tree is it?”
    • “What else you can find on that farm?”
    • “Do you see something interesting there?”
    • “Can you tell me what it is?”
  • Guru selalu memberikan kata-kata pujian/penyemangat, setiap peserta didik mengemukakan pendapatnya.

 

Mencoba/mengeksplorasi

Pada kegiatan mengekplorasi ini, peserta didik diharapkan dapat menggabungkan antara pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh dalam sebuah unjuk kerja.

Beberapa kegiatan yang mungkin untuk dilaksanakan adalah:

  • Guru mengelompokkan peserta didik ke dalam beberapa kelompok.
  • Setiap kelompok terdiri tiga-empat orang peserta didik.
  • Guru meminta peserta didik mengamati gambar-gambar yang ada pada buku siswa halaman148 mengenai suasana di pekarangan.
  • Guru meminta peserta didik agar bisa menjelaskan karakter dan kegiatan yang dilakukan orang/manusia pada setiap gambar dengan rinci.
  • Guru meminta peserta didik untuk mendiskusikannya dengan kelompok masing-masing.
  • Peserta didik mencatat hal-hal yang mereka temukan, dengan cara bekerja sama dengan kelompoknya, saling memberikan bantuan informasi, memberikan masukan-masukan tentang karakter dan kegiatan pada gambar yang sedang mereka amati.
  • Guru mengawasi proses belajar, dengan memastikan semua peserta didik ikut terlibat aktif dalam diskusi pada kelompoknya masing-masing.
  • Guru bisa mengarahkan kelompok yang memerlukan bantuan (tertinggal dari kelompok-kelompok lain), sehingga peserta didik dapat fokus/lebih terarah dalam mendeskripsikan karakter dan kegiatan pada setiap gambar.
  • Sebagai kegiatan pengayaan, guru dapat meminta peserta didik untuk mengamati benda/orang yang berada di pekarangan sekitar sekolah, kemudian dideskripsikan melalui tiga struktur utama: nama, karakter, dan tindakan.
  • Guru pun dapat meminta peserta didik untuk menggambar benda/orang yang diamati, lalu menambahkan keterangan-keterangan yang memungkinkan untuk mendeskripsikan benda/orang tersebut.

 

Mengasosiasi

Dalam kegiatan asosiasi ini, peserta didik diharapkan dapat menganalisis hasil kerja yang telah dilakukan dan membandingkannya dengan hasil kerja rekannya yang lain. Guru pun dapat berperan aktif dalam membimbing serta mengarahkan tahapan asosiasi ini agar berjalan dengan baik.

Contoh kegiatan yang dapat dilakukan adalah:

  • Guru membagi peserta didik ke dalam beberapa kelompok.
  • Setiap kelompok terdiri tiga-empat orang peserta didik.
  • Guru meminta peserta didik mengamati gambar-gambar yang ada pada halaman ini.
  • Guru meminta peserta didik agar bisa menjelaskan karakter dan kegiatan yang dilakukan berkenaan dengan setiap gambar dengan rinci.
  • Guru meminta peserta didik untuk membandingkan jenis binatang yang ditemukan di lingkungan rumah mereka.
  • Kemudian meminta peserta didik untuk mendiskusikan dan mengasosiasikannya dengan kelompok masing-masing.
  • Pastikan peserta didik tetap menggunakan tiga ciri utama dalam teks deskriptif, yaitu nama, karakter, dan tindakan yang dilakukan.
  • Peserta didik mencatat hal-hal yang mereka temukan, dengan cara bekerja sama dengan kelompoknya, saling memberikan bantuan informasi, memberikan masukan-masukan tentang karakter dan kegiatan pada gambar yang sedang mereka amati.
  • Guru mengawasi proses belajar, dengan memastikan semua peserta didik ikut terlibat aktif dalam diskusi pada kelompoknya masing-masing.
  • Guru bisa mengarahkan kelompok yang memerlukan bantuan (tertinggal dari kelompok-kelompok lain), sehingga peserta didik dapat fokus/lebih terarah dalam mendeskripsikan karakter dan kegiatan pada setiap gambar.

 

Mengomunikasikan

Dalam kegiatan mengkomunikasikan, peserta didik diharapkan sudah dapat mempresentasikan hasil temuannya untuk kemudian ditampilkan di depan khalayak ramai sehingga rasa berani dan percaya dirinya dapat lebih terasah. Peserta didik yang lain pun dapat memberikan komentar, saran, atau perbaikan mengenai apa yang dipresentasikan oleh rekannya.

Beberapa kegiatan yang dapat dilaksanakan dalam kegiatan mengkomunikasikan ini adalah:

  • Setiap kelompok bekerja sama untuk mendeskripsikan karakter dan kegiatan pada kotak-kotak yang telah disediakan dalam buku siswa.
  • Setiap peserta didik memahami bagaimana mendeskripsikan orang dan binatang yang ada di lingkungan sekitar rumahnya.
  • Peserta didik membacakan hasil kerja mereka di depan kelas.
  • Setiap kelompok mendengarkan dengan baik, dan bisa memberikan masukan/
  • tambahan tentang karakter dan kegiatan yang dilakukan oleh orang maupun binatang yang ada disekitar lingkungan rumahnya.
  • Setiap kelompok bergiliran membacakan hasil kerja kelompoknya di depan kelas.
  • Guru mengarahkan dan memastikan jalannya proses kegiatan Penerapan ini bisa berjalan dengan baik.
  • Semua peserta didik harus terlibat aktif dalam proses kegiatan mengkomunikasikan ini.
  • Setelah semua kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompoknya, dan menampung masukan-masukan dari kelompok lain, guru memberikan penjelasan di depan kelas.
  • Guru menjelaskan tentang karakter-karakter orang, binatang, dan benda/pepohonan.
  • Guru mengucapkan setiap kalimat deskriptif dengan baik dan benar.

 

Untuk rincian kegiatan per tahapan, sebenarnya sudah tercantum di buku yang sudah kami tulis sebelumnya, When English Rings the Bell.. Bisa dilihat di buku guru untuk materi yang lainnya😉

October, 6 2013, 23:35

 
6 Comments

Posted by on October 6, 2013 in Flame of Kurikulum

 

Tags:

6 responses to “Kurikulum 2013: Contoh Pelaksanaan Pendekatan Scientific

  1. winna_eka

    January 17, 2014 at 6:31 pm

    file yang saya punya tahap ke lkima networking,, tapi dosen saya bilang tahap ke 5 mengomunikasikan? saya mau tanya apakah bu guru punya file dari kemdikbud,, boleh bantu saya?😀

     
    • Mr. Opik

      February 18, 2014 at 10:20 pm

      maaf blog-nya baru bisa terakses kembali.. ada penyesuaian di K-13 versi terbaru, tahapan pembelajaran yang dipakai saat ini adalah:
      – mengamati
      – bertanya
      – mengumpulkan informasi
      – mengasosiasi
      – mengkomunikasikan

      file yang dimiliki nampaknya masih file lama yang belum diperbaharui..

      sekarang sedang dipersiapkan bahan pelatihan untuk k-13 terbaru, kalau sudah published,, saya post di sini🙂

      thanks for coming🙂

       
  2. Reza

    February 28, 2014 at 4:44 pm

    Assalmuaikum, Mr. Opik Thank you so much for your sharing. I do need this file, because i wanna do research about the implementation of scientific approach in teaching writing. If you don’t mind I wanna discuss with you about the term ‘scientific approach’. I don’t find terms scientific approach in the Peraturan Pemerintah just mention as learning experience or learning event. Thank you so much

     
    • Mr. Opik

      March 4, 2014 at 11:40 am

      waalaikumsalam..
      if im not mistaken, ‘pendekatan scientific’ mentioned in Permen.. i should re-check it. however, there are newest terms about scientific approach:
      *observing
      *questioning
      *collecting information
      *associating
      *communicating

      there will be a Permen about Syllabus, and the terms of Scientific Approach will be in there..😉

      thanks for coming😉

       
      • Risty

        March 12, 2014 at 2:10 pm

        Mr. Opik mohon bantuan referensi buku tentang “teaching writing by using scientific method” saya ada penelitian tentang itu, tapi theoritically nya belum ketemu pak.
        thanks before

         
      • Mr. Opik

        March 28, 2014 at 1:32 pm

        teaching writing itu ada di buku Brown,
        coba cek di sana..
        kalau untuk yang dihubungkan dengan scientific approach sendiri, saya kurang mengetahuinya..

        kebetulan di buku kelas 8 ini ada pendekatan baru dalam mengenalkan ‘writing’ kepada peserta didik,
        dimulai dari
        *mengamati percakapan
        *menyalin percakapan
        *menyalin dengan sekaligus memperbaiki tanda baca
        *sampai akhirnya menjadi teks..

        jadi – menulis itu memang tidak semerta-merta langsung jadi, prosesnya cukup panjang..
        dengan K-13 di buku kelas 8 sekarang, diharapkan peserta didik tidak ‘takut’ ketika melihat teks..

        ditambah lagi, betapa pentingnya kita untuk memperhatikan tanda baca, huruf besar – kecil, karena siapa lagi yang bertanggung jawab terhadap gaya menulis para peserta didik kalau bukan kita orang” yang concern di bahasa?🙂

        sukses selalu😉

         

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: