RSS

Der Nachtwind

12 Nov

Ga semua orang memiliki ‘behalf name’. Ketika pertama kali mampir ke kamarnya, terdapat tulisan “when night wind blows in heaven” pake bahasa Jerman. Yup, Nachtwind, angin malam yang berhembus di surga, tak harus selalu terlihar – namun terasa. Angin malam yang selalu dapat menjaga api cair ini tetap menyala. Nachtwind – Liquid Flame🙂.

Awal perkenalan kami bukan merupakan sesuatu yang direncanakan. Salah satu sahabat dari jaman SMA saya, TeKa, memang berada di Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman. Saat itu baru beberapa hari setelah pemilihan Ketua Himpunan. “Pik, ini Rahli, Kanzler DSV sekarang. Lhy, ini Opik Presiden ESA”. *Deutsch Studenten Verband (DSV – Himpunan Mahasiswa Bahasa Jerman), English Students’ Association (ESA – Himpunan Mahasiswa Bahasa Inggris). 2006. Kalo pake itung”an, means 6 taun kami temenan sampe sekarang.

Pertama kali mampir sekaligus nginep di kosan Uda, panggilan khusus saya ke Beliau since he came from Solok – West Sumatra, totally surprised since I found many treasures on his room. Ruangan sederhana penuh inspirasi itu menjadi saksi bisu kemelongoan saya ketika menemukan kaset” The Corrs di sana, dan kaset” lain yang genre-nya Ghuwee bangedd. Berasa menemukan belahan jiwa yang telah terpisahkan selama berabad”, hoho.. Tidur di sana menjadi suatu hobi baru di tengah kepenatan kuliah ataupun dunia organisasi kemahasiswaan. At least lantunan lagu” bisa dijadiin pengantar tidur yang asik banget.

Hebatnya, cara pandang kami – ga sama, tapi bisa dibilang mirip lah. Idealisme tingkat tinggi-nya, belum ada yang mengalahkan. Dari luar tampak sebagai seorang sosok yang cenderung pendiam. Namun kalau diajak diskusi, whieewww, priceless.

Saling mendukung, bahkan menggunjungi di hampir semua kegiatan insidental himpunan sudah menjadi suatu kebiasaan. Banyak DSV kenal saya, secara sering nongkrong di sekretariatnya, pun sebaliknya.

Kedekatan kami selama ‘menjabat’ pun ternyata berlanjut sampai saat ini. Jabatan hanya sekedar ‘title’ kulit diri, namun deep inside, we both know we complete each others, hehe.. Makan bareng, nonton bareng, main bareng, many activites, many stories we already created.

Jarak kami cukup jauh dari segi fisik, namun hari Jumat malam – seringnya jadi agenda para pria ini untuk nonton biasanya, atau JJM *jalan” malam, atau makan, atau ngobrol sampe subuh.. *secara masih belum diperbolehkan bawa para kekasih kami untuk main sampe tengah malem, hoho.. :’). Orang rumah udah nganggep Uda bukan orang asing lagi, makanya kalopun keluar sampe malem udah percaya, walo masih diragukan siapa ngejagain siapa :p.

Di semester 7, Uda memperoleh kesempatan untuk mengunjungi Jerman selama setahun melalui program Au Pair. Sempet dapet kesempatan juga sih, tapi belum dibolehin saat itu sama keluarga karena ‘nanggung’ :’). Bareng sama pacarnya, kita bikin surprised untuk nunggu di Bandara. Pas kepergian, yang ada saya yang meraung” di Bandara,*ga sampe guling” sih, tapi ya moment yang cukup berasa banget saat itu :’). Tapi kepergian Uda ke Jerman kedua kalinya sih biasa aja, soalnya lebih terfokuskan dengan oleh” yang dibawanya entar pas pulang, hoho.. 2 kali ke Jerman, bawa pulang banyak banget cerita hebat dari sana. Even I never come there, yet, his stories became my weapons in teaching Culture Study, hehe..

Sekarang Beliau ngajar di SMAN 7, bareng sama sang istri tercinta *yang baru dinikahi kemarin, merintis keberadaan Pasch – Partner Schule, program kerja sama antara sekolah lokal dengan Pemerintah Jerman. Dengan segudang program dan pelatihan, mereka bisa saya jamin sebagai Guru Bahasa Jerman terhebat yang saya kenal.

Uda menjadi salah satu saksi sejarah pertunangan saya, pun sebaliknya. Sepulang Enna dari Jerman, ketika mereka announced the wed, wiwww..rasanya campur aduk, but overall – no one as happy as I was that night :’).

11-11-12. Walopun ga bisa bantu banyak, seneng banget bisa menemani detik” terakhir sebelum menghapus status ‘belum menikah’ di KTP. Thank you so much for the priceless moments you’ve shared. I’ve learned a lot, and always ready to learn more and more.

Really proud that I have you to accompany this journey. I do feel so overwhelmed also when you allowed me to accompany yours. The one who always listening, always understanding.. Thank you for always being there.. This flame will never stop burning, since I have you to keep it alive😉.

My dear Bruder Nachwind – Rahli Permata Saputra.

 

Nanti kalo saya berhasil mengambil foto-nya yang disumputin di lacinya, saya baru pajang di sini, doakan saya berhasil temans..😀

Nov, 12 2012, 11:21pm

 
Leave a comment

Posted by on November 12, 2012 in Flame of Family, Flame of People

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: