RSS

ESA UPI: The Art of Constitution

07 Sep

The Art of Constitution
Asep Gunawan – Wafi Wifqatillah Wuddiljar

Lawless are they that make their wills their law. – William Shakespeare

Semuanya berawal ketika ada sebuah Whats App yang masuk tanggal 1 September kemarin, “kang, bisa ngisi materi tentang Bedah Konstitusi untuk pengurus ESA?.” Jreeenngg.. Dan sang Presiden Himpunan bernama Ery Adam Primaskara yang lahir tanggal 29 September (penting bgt dibold :p) ini pun sukses memanggil kenangan lama akan dunia himpunan dan membuat seminggu ini menjadi ESA. Masalahnya, saking kenangannya terlalu banyak, untuk bisa diolah menjadi sebuah materi yang disampaikan ke pengurus aga bingung juga dibikin sistematikanya. Sharing sama Wafi, yang ada malah tengkar, ckckck.. kapan ya kami bisa akur? But that’s the way we’re sharing – by fighting, haha..😀

Aga aneh memang, kepengurusan kami 2006/2007, sekarang udah kepengurusan 2012 – 5 years passed, wiw.. Cuma aga sedikit memaklumi ketika ada ketentuan di Mumas, “perubahan konstitusi tidak terlalu signifikan setiap tahunnya, jadi dibahasnya 4 taun sekali aja – untuk detailnya, sedangkan setiap Mumas cukup dibahas ajuan perubahannya aja”. Yang bikin kesepakatan ini kebangetan memang – iya, Mumas beres jauh lebih cepat, tetapi para punggawa yang molotoks akan detail dan makna dari setiap butir konstitusi pun semakin hilang ditelan tugas kuliah yang jauh lebih menggila. Siapa itu Ketua BPM yang menggulirkan kebijakan itu? Wafi, SC Mumas saat itu? saya. Pertimbangan saat itu, yang ngurus ESA, yang bikin proker, yang ngejalanin ESA khan pengurus, jadi ga usah lama” dibahas di Mumas, tapi di awal periode kepengurusan dibahas intern pengurus tentang isi/poin konstitusi. Nampaknya hal ini ga berlangsung lama, dan akhirnya memuailah – so, anggaplah ini sebagai bentuk pertanggungjawaban kami atas “gemerciks” yang dibuat saat itu.

The History was Made
Seingat saya, ESA perlu berbangga diri karena menjadi salah satu himpunan pertama yang konstitusinya lengkap dan detail. Para ahli konstitusi saat itu, seingat saya, ada Mahardhika Zifana (1999), Eri Kurniawan (1999), dan Ketua Umum Terakhir ESA – M.Ramdhan Adi (1998). Tiga tokoh ini yang pada awal berdirinya ‘Kepresidenan’ di ESA, beserta konstitusinya yang wow..wow.. Bahkan konstusi ESA diadaptasi oleh beberapa himpunan lain sehingga di UPI pun ada keseragaman bentuk.

Untuk apa ada Konstitusi?
Itulah hebatnya ESA, walaupun kita mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (masihkah ini dipermasalahkan, nama Jurusan dan nama Prodi? Semoga tidak..), tetapi sedikit banyak kita mengetahui ilmu kenegaraan. ESA itu ibarat sebuah negara kecil, yang memiliki Badan Eksekutif dan Badan Legislatif. Kita memiliki Presiden, Ketua BPM, Departemen, Divisi, dan masyarakat yang harus kita lindungi dan bahagiakan, seluruh Mahsiswa Bahasa Inggris UPI. Layaknya Indonesia dengan UUD 1945-nya, beserta peraturan-peraturan pelengkapnya, kita pun memilikinya – Konstitusi ESA.

Pertanyaannya, berapa orang sekarang yang ngeh bahwa negara kita tercinta, ESA, memiliki peraturan dasar yang mengatur keseharian di ESA? Apalagi setelah kesepakatan pembahasan detail cukup 4 tahun sekali – di Mumas. Thanks God, di Mumas terakhir dibahasnya jadi 2 tahun sekali. Tapi tetep, idealnya – sebelum pembahasan Program Kerja, dibuat pertemuan khusus dengan nama “Bedah Konstitusi” yang pada akhirnya dijadikan landasan dalam berkegiatan. Jadi judul acara nanti siang lebih tepatnya bukan Bedah Konstitusi – soalnya itu hajatannya pengurus, hehe..

Konstitusi – Apaan sih?
Konstitusi secara singkat dapat diartikan sebagai suatu peraturan/landasan hukum yang di gunakan dalam perjalanan suatu aktifitas keorganisasian untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Konstitusi penting kedudukannya dalam organisasi karena konstitusi dapat diibaratkan sebagai petunjuk jalan dalam perjalanan organisasi atau sebagai pegangan organisasi dalam melangkah. Jadi, konstitusi ESA = dari ESA, oleh ESA, untuk ESA🙂.

Ada apa aja di dalam Konstitusi ESA?
Secara umum kita memiliki 4 buah konstitusi dasar, mulai dari Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART), Mekanisme Kerja Organisasi (MKO), dan Garis-Garis Besar Program Kerja (GBPK). Masing-masing memiliki peranan tersendiri, ketika AD lebih membahas mengenai Dasar Organisasi *dari namanya saja sudah jelas :p, ART membahas lebih terperinci isi dari AD, MKO membahas mengenai ‘isi kepengurusan’ yang ada di ESA, dan GBPK yang membahas dasar-acuan ketika kita akan membentuk program kerja.

Selain 4 peraturan dasar yang dibahas ketika Mumas, kita pun memiliki Undang-Undang Penyelenggaraan Kegiaran Insidental (UU-PKI) yang membahas dasar-dasar penyelenggaraan kegiatan insidental, dan Kompilasi Peraturan Dasar Kaderisasi Anggota Baru (KPD-KAB) yang diajukan oleh BPM kepada BE dan kemudian dibahas bersama sebelum pada akhirnya diputuskan bersama.

Untuk apa dibahas di Mumas dan dibahas ulang di Bedah Konstitusi?
Ketika Mumas, yang hadir adalah perwakilan dari masing-masing angkatan. Mungkin tidak semua pengurus hadir di dalam ruang sidang, pengalaman – panitia akan lebih dihebohkan mengurus administrasi dan konsumsi :’). Ketika hasil rumusan dari masing-masing angkatan sudah tertuangkan dalam konstitusi, tugas BPM lah selanjutnya untuk mendistribusikan hasil dan kemudian membahasnya bersama para pengurus – yang menjalankan roda organisasi dalam acara Bedah Konstitusi. Hal ini dilakukan agar para pengurus paham betul akan apa yang akan dikawalnya selama satu periode kepengurusan ke depan. Termasuk dalam penentuan program kerja dari masing-masing departemen. Selain di awal tahun kepengurusan, baiknya Bedah Konstitusi pun dilakukan menjelang akhir kepengurusan, sebagai bentuk evaluasi dan juga rekomendasi ketika Mumas berlangsung.

Peranan Konstitusi selama Periode Berlangsung?
Konstitusi bukanlah sebatas dokumen yang hanya hadir ketika Mumas saja. Para pengurus wajib memilikinya, sebenarnya. Khusus untuk para anggota BPM, konstitusi ini dapat dijadikan sebagai alat bantu dalam fungsi controlling dan superintending di setiap komisinya. Jadi, ketika melihat sesuatu yang ‘tidak sreg’, bukan lagi lari ke pandangan subjektif, tapi lebih ke kesesuaian dengan konstitusi yang ada. So, bring it anytime, anywhere🙂.

Reinventing the Identity of Constitution
Sayang, harta berharga ini kalau hanya dipahami oleh segelintir orang. Ilmu ini ga akan dipakai selama menjadi pengurus aja loh. Ketika someday kita semua terjun di masyarakat, kita akan melihat sebuah permasalahan dengan jauh sistematis dan objektif, berterimakasihlah kepada ESA. Ga semua kampus memiliki kompilasi konstitusi ini, ga semua orang memiliki kesempatan untuk belajar dan mengerti hal” seperti ini. Ribet memang, tapi – mengutip perkataan Presiden ESA 2005/2006, yang belajar duluan – bakal pinter duluan. So – proud to be us as member of ESA🙂.

This slideshow requires JavaScript.

*disampaikan di acara kumpul bareng pengurus ESA, Sept 7 2012, bareng Wafi Wifqatillah Wuddiljar (http://wafiwifqatillah.wordpress.com/) – anggota divisi kaderisasi (2005), sekjen (2006), ketua BPM (2007), mahkamah (2008).

special thanks, Uda Rahli, Kanzler DSV (Ketua Himpunan Pendidikan Bahasa Jerman UPI 2006/2007) yang kosannya saya tumpangi untuk bikin materi ini + sharing ideas, Echuapedeee.. (Salim Mubarok – kabir Keu + Ka Komisi A, + sempet jadi sekdis juga katanya) yang sudah sharing ide juga tentang what to present😉

Sept, 9 2012, 11:37 am

 
4 Comments

Posted by on September 7, 2012 in Flame of Campus, Flame of Thought

 

Tags: , ,

4 responses to “ESA UPI: The Art of Constitution

  1. Sari

    October 4, 2012 at 5:58 am

    Ish kenapa gak akur ajah sih k’opik sm k’wafi teh?

     
    • Mr. Opik

      October 5, 2012 at 5:27 pm

      that’s how we show our care to each other,
      by fighting, hohoho..

       
  2. C2MARUQTSEKDIS

    November 7, 2012 at 11:38 am

    Hohoho.. jempol…!!
    Siapa dulu yg ngospeknya.. <<

     
    • Mr. Opik

      November 7, 2012 at 12:14 pm

      siapa ya?
      tanya siapa?🙂
      thanks a lot😉

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: